- Beranda
- Tips
Tips ARBA
Panduan praktis untuk pemilik properti: menaikkan okupansi, mengatur harga kamar, dan merawat ulasan tamu.
Hotel anda sepi? Cek lima hal ini sebelum menurunkan harga
Menurunkan harga terasa seperti jalan pintas, tetapi sering tidak menyelesaikan masalah. Periksa lima hal ini lebih dulu.
Kamar masih kosong jam delapan malam? Saatnya harga last minute
Kamar yang tidak terjual malam ini menghasilkan nol rupiah. Begini cara menjual kamar sisa tanpa merusak harga.
Harga kamarSatu harga sepanjang malam? Kenali empat zona harga
Harga kamar sebaiknya naik mengikuti jumlah kamar yang sudah terjual. Dynamic Pricing by ARBA membaginya menjadi empat zona.
Harga kamarJangan terjebak harga promo: batasi dengan kuota
Harga promo membantu mengisi kamar pertama, tetapi tanpa batas bisa menahan pendapatan sepanjang malam.
Pantau pace pemesanan, bukan hanya okupansi hari ini
Pace menunjukkan apakah pemesanan untuk tanggal tertentu masuk lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Dari situ tindakan bisa diambil lebih awal.
PenjualanFoto listing OTA yang membuat tamu berhenti menggulir
Foto adalah alasan pertama tamu membuka listing anda. Ini panduan praktis yang mengacu pada rekomendasi OTA.
Ulasan tamuMembalas ulasan tamu dengan sopan dan efektif
Balasan ulasan dibaca calon tamu, bukan hanya tamu yang menulis. Ini contoh balasan untuk ulasan positif dan negatif.
OCC, ARR, dan RevPAR: tiga angka yang wajib dipahami pemilik hotel
Tiga istilah ini muncul di hampir setiap laporan hotel. Memahaminya membantu anda membaca kinerja properti dengan benar.
Harga kamarCara sederhana mengatur harga akhir pekan dan hari libur
Tiga langkah praktis agar harga kamar mengikuti permintaan tanpa perlu alat yang rumit.
PenjualanJangan bergantung pada satu kanal penjualan
OTA membantu tamu menemukan properti anda, tetapi properti yang sehat punya beberapa sumber tamu.