Hotel anda sepi? Cek lima hal ini sebelum menurunkan harga
Menurunkan harga terasa seperti jalan pintas, tetapi sering tidak menyelesaikan masalah. Periksa lima hal ini lebih dulu.
Sepi bukan selalu berarti harga terlalu mahal. Sebagai gambaran, BPS Jawa Barat mencatat tingkat penghunian kamar hotel bintang dan nonbintang di provinsi itu sebesar 37,88% pada Februari 2025. Artinya, di bulan tertentu banyak hotel memang sedang sepi. Pertanyaannya: apakah properti anda lebih sepi dari pasar di sekitarnya?
1. Bandingkan dengan pasar sekitar
Lihat harga dan ketersediaan kompetitor dalam radius dekat di OTA untuk tanggal yang sama. Jika pasar juga sepi, fokuskan pada mencuri pangsa pasar, bukan perang harga. Jika hanya properti anda yang sepi, masalahnya ada di properti anda.
2. Periksa listing di OTA
Buka listing anda seperti calon tamu. Apakah foto pertama meyakinkan? Apakah fasilitas penting tertulis jelas? Apakah ada foto untuk setiap tipe kamar?
3. Baca lima ulasan terbaru
Ulasan terbaru paling memengaruhi keputusan tamu. Satu keluhan yang berulang, misalnya air panas atau kebersihan, bisa menahan pemesanan lebih kuat daripada harga.
4. Cek ketersediaan di semua kanal
Pastikan kamar tidak tertutup tanpa sengaja di salah satu OTA, dan harga di setiap kanal tidak saling bertentangan.
5. Lihat kecepatan pemesanan, bukan hanya hari ini
Kamar kosong untuk minggu depan belum tentu masalah. Bandingkan jumlah pemesanan yang sudah masuk dengan kebiasaan di periode yang sama.
Turunkan harga sebagai langkah terakhir, bukan langkah pertama. Harga yang sudah turun lebih sulit dinaikkan kembali.
Sumber
- BPS Provinsi Jawa Barat, rilis TPK hotel Februari 2025 (jabar.bps.go.id)