OTA, Direct Booking, dan Website Hotel: Memahami Peran Setiap Channel
Kenali perbedaan OTA, direct booking, dan website hotel serta cara mengevaluasi channel penjualan untuk mendukung performa bisnis.
Tamu dapat menemukan hotel melalui berbagai jalur. Ada yang melakukan pemesanan melalui Online Travel Agent (OTA), mengunjungi website resmi hotel, atau menghubungi properti secara langsung.
Setiap channel memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, strategi penjualan hotel tidak cukup hanya dengan hadir di berbagai platform. Pengelola juga perlu memahami kontribusi setiap channel terhadap performa bisnis.
Mengenal Tiga Channel Utama Penjualan Hotel
1. OTA: Memperluas jangkauan pasar
OTA membantu hotel menjangkau calon tamu yang sedang mencari akomodasi. Melalui platform ini, tamu dapat membandingkan harga, fasilitas, lokasi, dan ulasan dari berbagai properti.
Namun, pengelola perlu mempertimbangkan komisi, persaingan harga, dan ketergantungan pada platform pihak ketiga. Jumlah reservasi yang tinggi belum tentu menghasilkan pendapatan bersih terbaik.
2. Direct booking: Pemesanan langsung
Direct booking adalah pemesanan yang dilakukan tamu langsung melalui hotel, misalnya melalui website resmi atau jalur reservasi langsung.
Channel ini memberikan hotel kendali lebih besar atas proses pemesanan dan komunikasi dengan tamu. Agar efektif, informasi harga, fasilitas, kebijakan pembatalan, dan metode pembayaran harus jelas serta mudah diakses.
3. Website hotel: Membangun kredibilitas
Website resmi menjadi tempat bagi hotel untuk menampilkan informasi properti, foto kamar, fasilitas, dan pilihan pemesanan.
Namun, memiliki website saja tidak otomatis menghasilkan reservasi. Kemudahan navigasi, kualitas informasi, visibilitas di mesin pencari, dan proses pemesanan turut memengaruhi pengalaman calon tamu.
Bagaimana menentukan strategi yang tepat?
Ketiga channel tersebut dapat saling melengkapi. OTA membantu memperluas jangkauan, website membangun kredibilitas, dan direct booking menyediakan jalur pemesanan langsung.
Untuk mengevaluasi strategi distribusi, ada tiga hal yang perlu diperhatikan:
- Kontribusi reservasi: Pantau jumlah pemesanan dan pendapatan dari setiap channel.
- Biaya distribusi: Perhitungkan komisi, biaya pemasaran, dan biaya transaksi untuk memahami pendapatan bersih.
- Pengalaman pemesanan: Pastikan harga, ketersediaan kamar, dan informasi properti konsisten serta mudah dipahami.
Evaluasi berkala membantu pengelola memahami channel mana yang paling sesuai dengan karakter properti dan target pasarnya.
Distribusi yang mendukung performa bisnis
Strategi penjualan hotel bukan tentang memaksimalkan satu channel, melainkan memahami bagaimana setiap channel berkontribusi terhadap tujuan bisnis.
Bagi ARBA, pengelolaan properti yang terstruktur mencakup perhatian terhadap operasional dan aspek bisnis yang mendukung performa properti. Memahami peran setiap channel menjadi salah satu bagian penting dalam mengevaluasi strategi penjualan hospitality.
Karena strategi distribusi yang efektif bukan hanya tentang di mana kamar dijual, tetapi juga bagaimana setiap channel mendukung performa bisnis secara keseluruhan.